Cerita

Go down

Cerita Empty Cerita

Post by idabagussindu on December 6th 2009, 1:55 am

Mike nama teman ku yang sudah lebih dari satu tahun ini dekat denganku, dia sangat menarik, akan tetapi sepertinya dia tidak ada niat untuk kuliah, nilai-nilainya di kampus tergantung padaku. Tetapi dari sini lah awal kami bersahabat.
Aku adalah mahasiswi semester lima jurusan Teknik Informasi, memang kemampuan otakku belum layak disebut pintar, tapi setidaknya aku masih mengerjakan tugas-tugas kuliahku sendiri dan nilai rata-rataku B, tidak seperti Mike yang setiap hari menyontek tugas kuliahku. Tapi aku senang melakukannya karena hal ini yang menjadikan kami berdua dekat. Sampai suatu hari Mike mengundangku kerumahnya
“Ngapain?” tanyaku
“Ada tugas bahasa inggris kan??” jawab Mike
“Aneh.. biasanya lo maunya terima beres hari senin nanti kan? Kenapa tiba-tiba…”
“Ya lagi pengen kerjain sendiri aja.. dengan bantuan lo tentunya.. “ ujar Mike sambil cekikikan
“Ya udah ntar sore deh gw kerumah lo..”

Walaupun masih ganjil mendengar Mike ingin mengerjakan tugas sendiri, tapi ya aku cukup senang, dengan begitu dia akan lebih mengerti pelajaran dan aku tidak harus terlalu mengkhawatirkannya saat UAS nanti.
***

Sore ini aku sudah sampai didepan rumah Mike, jaraknya cukup jauh dari rumahku, harus dua kali naik kendaraan umum, tanpa ragu-ragu ku tekan bell rumahnya dan tidak berapa lama pintu terbuka.

“Hei Mira.. udah dateng.. yoo masuk..”

Astaga… rumahnya berantakan, sampai-sampai aku tidak bisa membedakan antara rumah atau kapal pecah.( kutipan Kata-kata yang sering dikatakan mamaku jika melihat kamarku berantakan.)

“Sorry mir… berantakan.. belom sempet gw beresin hehehe”

Lalu aku duduk di sofa yang masih berserakan buku-buku dan majalah tentang computer sambil sedikit membereskan buku-buku tersebut, ada yang mengusik telingaku, secara spontan aku bertanya pada mike yang masih membereskan barang-barangnya.

“Ini lagu apa sih? ”
“Ooh… ini lagu favorite gw, bye-bye lagunya Mariah carey”

Whattt???? aku sama sekali tidak menyangka kalau orang secuek Mike yang ku kira hanya tau menyontek ternyata punya lagu favorite? Aku mulai tertarik dan mendengarkan secara seksama lagu tersebut, berusaha mengartikan liriknya.

“Suka mir?” Tanya mike
“ehhh…. Iya, bagus lagunya”

Lalu Mike terlihat mengeluarkan Flashdisknya dan meng-copy sesuatu dari komputernya.

“Nih Mir..”
“Apa ini?”
“katanya suka lagu ini, ini gw udah copy lagunya kedalam flashdisk, tapi besok bawa ya soalnya gw sering pake flashdisk ini”

Aku menerimanya dengan senang hati. Hari sudah hampir malam, tidak terasa kami sudah selesai mengerjakan tugas bahasa inggris tersebut. Dan setelah itu aku pulang.
Sampai dirumah aku langsung mandi dan makan, karena sejak tadi sore aku tidak makan apa-apa, snack pun tidak disediakan oleh Mike, tapi ya sudahlah aku maklumi saja.
Sekitar pukul 11:00 malam, aku sudah bersiap untuk tidur. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, Flashdisk Mike, aku langsung menghidupkan Laptopku untuk meng-copy lagu yang tadi siang kudengar.
Aku butuh beberapa lama untuk mencari lagu tersebut, isi flashdisk mike sangat berantakan, tidak dirapikan per-folder. Dan isinya pun tidak aku tidak tahu apa. Seperti software-software tidak jelas. Akhirnya ku temukan lagu itu saat hampir ku eject flashdisknya, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah foto yang di beri nama BABY, langsung ku perbesar foto itu, ternyata foto seorang cewek yang tidak ku kenal. Siapa dia? Aku langsung bertanya-tanya dalam hati, mengapa aku tidak tahu dia? Dan mengapa hatiku agak sedikit tidak enak?
***

“Mike ini flashdisk lo… Tq ya..”
“iya sama-sama…
“ Mike boleh gw Tanya sesuatu?”
“ya apa?”
“Baby itu…”
“Lo tau darimana soal dia?’
“Ada fotonya di Flashdisk lo, gw tau ga mungkin fotonya ada di flashdisk lo kalo dia ga special”
“Dia emang special Mir..”

Wajah Mike mulai berubah murung, karena tidak mau melihat mike seperti itu, aku langsung mengalihkan pembicaraannya, walaupun aku masih penasaran siapa Baby sebenarnya tapi aku lebih memilih perasaan Mike. Dan kami menghentikan pembicaraan tentang Baby.
***

Sore ini aku teringat ada tugas Matematika Bisnis yang deadline pengumpulannya besok. Aku berencana memberi Mike kejutan dengan datang ke rumahnya dan mengajaknya mengerjakan tugas itu bersama-sama. Sesampainya dirumah Mike, belum sempat aku menekn Bell, tedengar suara seperti orang bertengkar.

“Papa sudah bilang kamu ga usah kuliah Mike.. kamu lulus SMA pun sudah bisa kerja di tempat Om Iskandar!!”
“Pa.. aku mau kuliah, kenapa ini terus sih yang di permasalahkan?”
“Karena kuliah kamu itu ga ada gunanya!!!”
“Lalu apa yang berguna? Kerja di perusahaan illegal itu??”

Lalu terdengar suara seperti pukulan dari dalam rumah Mike, aku sungguh tidak enak menyaksikan kejadian ini, tapi aku penasaran, dan kuteruskan mendengar pertengkaran itu lagi. Tiba-tiba pintu terbuka dan kulihat mike dengan Pipinya yang memar.
Melihat hal ini aku berinisiatif untuk masuk dan bicara dengan papanya Mike, tapi Mike mencegahku, lalu dia menggenggam tanganku dan menarikku pergi dari rumahnya.
Kami pergi ke taman kota, tempat itu sepi saat menjelang maghrib. Aku duduk di sebuah bangku panjang dan Mike merebahkan kepalanya dipangkuanku. Sambil mengobati lukanya aku mulai bertanya pada mike.

“Ada apa mike? Apa yang terjadi?” tanyaku
“Ini lah gw Mir.. Lo udah lihat semuanya kan? Bokap gw ga pernah mau gwkuliah, Dia malah minta gw kerja di tempat temannya dan lo tau itu perusahaan illegal di daerah Kalimantan jadi gw menolak kemauannya ”
“tapi kalo bokap lo ga ngizinin kuliah, kenapa dia mau biayain lo?”
“Lo salah Mir.. gw kuliah dengan biaya gw sendiri, selama ini gw kerja, itu sebabnya waktu gw sedikit banget untuk belajar. Thanks mir karena lo udah bantuin gw selama ini”

Mata Mike tertutup, sepertinya dia mulai tertidur.. aku masih memandangi wajah mike, berfikir betapa berat Mike menjalani kehidupan ini dengan beban biaya kuliah yang tinggi dan belum lagi papanya yang sangat menentang Mike untuk Kuliah, tanpa aku sadari air mataku mulai berjatuhan, dan menetes di wajah mike yang sedang tertidur di pangkuanku.

“Hujan Mir..” gumam Mike yang masih menutup matanya

Lalu ketika Mike membuka matanya, dia sedikit kebingungan melihat tingkahku. Dia Beranjak bangun dan duduk di sampingku.

“Lho… koq jadi lo yang nangis Mir?”

Entah apa yang kupikirkan saat itu, bukannya menjawab pertanyaan Mike, aku malah memeluknya, sambil terus menangis terisak-isak.
Mike, aku sungguh tidak rela kalau kamu menanggung penderitaan seperti ini, aku sayang sama kamu dan aku bersumpah Aku akan terus bantu kamu selama aku mampu.

“Mir.. kenapa lo baik sama gw?”

Mendengar pertanyaan mike, aku mulai salting dan tidak tahu harus jawab apa, apa harus aku jawab karena aku cinta dia?

“Ehm… gw baik sama lo ya karena… Lo Mike dan gw Mira.. hehehe”
“Eh iya.. inisial nama kita sama ya? Kenapa gw baru sadar sekarang”

Lalu kami pulang kerumah masing-masing, tadinya aku cemas kalau mike bertengkar lagi dengan papanya, tapi setelah Mike bilang kalau papanya tidak tinggal disana aku mulai tenang dan membiarkannya pulang.
***

“Mir.. Gw di depan gerbang rumah lo nih..”

Bunyi sms Mike yang sangat mengagetkanku, untuk apa Sore – Sore kayak gini dia datang kerumahku ya? Tanpa pikir panjang aku langsung keluar rumah dan membukakan pintu gerbang untuk Mike.

“Ada apa?” tanyaku
“Jalan yuk..” ajak mike
“kemana?” aku makin antusias
“terserah lo.. lg sumpek dirumah” jawabnya dengan nada bicara biasa saja

Tidak biasanya Mike ada waktu untuk jalan-jalan, biasanya hari minggu seperti ini dia masih sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan kantor yang dia bawa pulang.
Tapi justru ini yang kuinginkan selama ini, jalan berdua dengan Mike dalam suasana hati yang tenang. Kami memutuskan pergi ke salah satu Mall di Jakarta, tidak terasa hari mulai malam dan ketika kami menunggu kendaraan umum, HP mike berdering

“Iya beb…” kata-kata yang pertama kali di ucapkan saat menjawab telepon

Apa aku tidak salah dengar? Beb?? Maksudnya apa?

“Gw di daerah bintaro, lagi tunggu kendaraan umum, mau pulang” mike bicara lagi

Telepon pun ditutup, dan kendaraan umumnya pun tiba, saat aku hendak melangkah menaiki kendaraan itu, mike berkata;

“Jangan naik dulu ya Mir.. tunggu bentar aja..”

Aku menurut saja yang dikatakan Mike, sekitar 15 Menit kami menunggu, akhirnya aku tahu apa yang di tunggu oleh mike.
Sebuah Honda Jazz biru metalik berhenti tepat didepan kami, aku mulai penasaran siapa yang berada di dalam mobil itu, rasa penasaranku hilang ketika seorang cewek membuka pintu mobil tersebut, dan ternyata dia cewek yang tempo hari kulihat fotonya di flashdisk Mike.

“Mike.. pa kabar?” sapa cewek itu sambil mencium pipi Mike, dan Mike hanya diam saja mungkin dia kesenangan diperlakukan seperti itu. Sungguh pemandangan yang memuakkan.

“Mike.. aku mau bicara sama kamu tapi….”
Pandangannya menuju kearahku, ya karena aku tahu diri, aku langsung menyingkir dan memperhatikan mereka dari kejauhan. Lalu ku lihat cewek itu memegang tangan Mike dengan Erat. Hatiku semakin sakit melihatnya, dan saat itu aku tidak berpikir panjang lagi, aku memberhentikan Taksi dan meninggalkan Mike. Toh nanti juga dia akan diantar pulang oleh tuan puteri itu dengan Mobilnya.
Selama perjalanan pikiranku berkecamuk, selama 2 tahun aku sudah merasa menjadi orang terdekatnya, tapi yang ku lihat tadi sepertinya cewek itu lebih dekat dengan mike di banding aku, sampai dia berani mencium pipi mike.
***

“Mira ada tante?”
“Ada Mike.. yuk masuk dulu tante panggilkan Mira”

Itu yang kudengar dari balik pintu kamarku, tak lama kemudian mamaku mengetuk pintu kamarku dan bilang bahwa ada Mike di ruang tamu.
Aku menemuinya dan kata-kata pertama yang diucapkan Mike adalah

“Mir.. sorry ya kemaren gw kelamaan..”
“oo ga apa2” jawabku yang masih terlihat ngambek
“Lo kenapa Mir? Koq kayak orang lagi ngambek?”
“ga koq biasa aja, yang kemarin itu siapa mike?”
“oh.. dia teman waktu SMA”
“Itu aja?”
“dia itu yang lo liat di flashdisk gw waktu itu.”
“ooo terus?”
“iya udah itu aja”
“yakin??”
“Iya ok… dia mantan gw.. apa lagi sekarang?”
“kenapa lo ga pernah cerita sih Mike? Gw kira gw orang yang paling tahu tentang lo, tapi kenyataanya gw ga tahu apa-apa!!”
“Lho… emank lo siapa gw harus tahu semuanya?”

Jawaban Mike yang paling menyakitkan, aku tidak dapat menahan air mata ku saat mike bicara seperti itu, aku langsung lari ke kamar, lalu ku kunci agar tidak ada yang bisa menggangguku, aku mengangis terisak-isak, masih mengingat kata-kata mike barusan. Aku memang bukan siapa-siapanya tapi apa harus dia berkata seperti itu setelah apa yang aku dan Mike jalani bersama selama 2 tahun?
***

Sudah 1 Minggu aku marah pada Mike, tapi yang ku sesali tidak ada sekali pun dia pernah mencoba menghubungiku, apalagi meminta maaf padahal dia yang salah. Tapi kalau terus seperti ini aku juga merasa tersiksa, Selama dua tahun kami berteman baru kali ini kami bertengkar sampai 1 Minggu, dan ini disebabkan karena Baby, mantan kekasihnya itu, apa segitu specialkah cewek itu untuk Mike sampai dia lebih membela Baby di banding persahabatan kami?
Saat pulang seperti biasa aku sendirian menunggu kendaraan umum, tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk bahuku, kontan aku menoleh kebelakang dan ternyata Baby.

“Hai…” sapa baby
“Hai… Lo…” jawabku terbata-bata
“gw Baby..” dia mengulurkan tangannya mengajak bersalaman
“Mira..” aku menyambut niat baiknya
“Bisa kita bicara sebentar?” Tanya baby
“Iya bisa..”

Lalu kami pergi ke suatu café dekat kampus, dan berbicara banyak hal disana ya tentu saja mengenai Mike, dia menceritakan awal pertemuan mereka, saat mereka pacaran dan hingga mereka memutuskan untuk berpisah.
Ternyata mereka berpisah bukan karena sudah tidak cocok tetapi karena keadaan yang mengharuskan mereka berpisah, Baby harus pindah ke Paris untuk meneruskan sekolahnya disana, dan sekarang ia pulang untuk menjemput mike ikut bersamanya. mendengar ini aku sudah tidak berani lagi berharap pada Mike, Baby lah yang pantas bersama dengan Mike, dan dari saat itu aku berjanji pada Baby akan meyakinkan Mike untuk menerimanya kembali.
***

“Mike…”
“Eh… Lo mir.. udah ga marah lagi?”
“Ya setelah gw pikir-pikir untuk apa sih gw marah mike.. ga ada gunanya juga..”
“baguslah… sekarang pikiran lo udah jauh lebih dewasa”
“eemmm… Mike..”
“kenapa?”
“Kemarin sepulang kuliah, gw ketemu baby”
“lalu?”
“ya dia banyak cerita tentang kalian, mike… kasih kesempatan baby satu kali lagi ya?”
“apa menurut lo gw harus ngelakuin itu?”
“iya mike… kalian masih saling sayang, ga ada alasan kalian buat berpisah”
“apa lo sadar, kalo gw ngelakuin itu, mungkin kita ga akan bisa ketemu lagi?”

AKu hanya terdiam mendengar kata-kata mike, aku tahu jika mike kembali pada baby dan ikut baby ke paris, mungkin waktuku bersama mike sudah dapat dihitung dalam hitungan hari. Dan aku harus merelakannya karena ini lah yang akan membuat mike bahagia.
Oh tuhan… kuatkan aku agar dapat merelakan mike untuk baby…
***

Beberapa hari setelah pembicaraan kami, aku tidak melihat Mike lagi, mungkin Mike sekarang sudah kembali pada baby, dan bersiap-siap untuk terbang ke Negara di eropa itu. Hatiku masih tidak tenang, seakan-akan masih belum rela mike pergi dengan cewek lain.

“si Mike tuh beruntung banget, hari ini dia berangkat ke paris sama cewek barunya lho.”
“Ah.. masa sih? Kata siapa lo? Bukannya ceweknya tuh si Mira?”
“bukan… mereka kan Cuma bertemen kale… ceweknya yang asli tuh udah cantik kaya raya pula”
“wow… hebat juga tuh si Mike”

Mike akan pergi hari ini? Kenapa dia tidak pamit padaku? Apa dia sudah melupakan aku sepenuhnya, hingga untuk pamit pun dia tidak mau.
Ku coba menghubungi HP Mike tetapi sepertinya tidak aktif, aku panik dan langsung berinisiatif ke bandara, berharap mike belum pergi meninggalkan aku.
***

Di perjalanan aku terus mencoba menghubungi HP mike, puluhan kali ku coba tetap dengan hasil yang sama.
Akhirnya aku sampai di bandara, aku langsung berlari menerobos masuk ke dalam. Aku tidak peduli security-security itu mengejarku di belakang. Aku hanya berpikir untuk menemukan Mike, aku ingin berkata jujur padanya tentang perasaanku selama ini. Aku tidak peduli biarpun aku menjadi orang yang egois.

“Mira…!!”
“Mike? Thanks god karena telah mengabulkan permohonan gw..”
“Ada apa?”
“Ada apa lo bilang? Mike lo mau pergi tapi lo ga bilang sama gw..”
“Iya sorry Mir, gw pikir lebih baik gw ga bilang lo, daripada tambah nyakitin lo”

Aku mengerti maksud Mike tidak memberitahuku, dan ini membuatku berpikir lagi untuk mengutarakan perasaanku kepadanya, aku hanya bisa menangis, tiba-tiba Baby datang dan berkata;
“Mike ayo.. nanti ketinggalan pesawat”

Lalu mendengar baby berkata seperti itu, mike mulai pergi berjalan mengikuti Baby disampingnya.

“Mike gw sayang sm lo……!!!”

Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku, entah keberanian darimana hingga aku mampu mengatakannya, Mike langsung menoleh kearahku dan kembali menghampiriku

“Mike… gw.. sayang sama lo… Lo ga jadi pergi kan mike? Lo akan terus sama2 gw kan?”

Tapi Mike hanya diam, tak sepatah kata pun ia katakan, ini membuatku semakin sedih, apa cinta pertama ku harus berakhir seperti ini?

“Mike jawab!!!”
“Mir…sorry, selama ini gw hanya nganggap lo sebagai sahabat gw, ga lebih dari itu, dan lo tau gw cinta sama baby dari dulu, maafin gw Mir.. karena gw dari dulu ga bisa ngerti perasaan lo, Baby itu cinta gw..”
“Iya mike, sebenarnya gw udah tau jawaban lo bakal seperti ini, dan gw udah siap kalo emang gw harus kehilangan lo”
“Mir, percaya deh, lo bakal nemuin orang yang jauh lebih baik dari gw”
“Iya Mike.. Thanks”

Lalu aku pulang dan membiarkan Mike pergi dengan Baby. Ya walaupun hatiku masih belum ikhlas.. tapi aku berusaha buat menerima ini, lagipula jika ini membuat orang yang aku sayangi menjadi bahagia… why not? I will try to accept the fact you’ve gone with her and I know that Ni Yao te pu shi wo.. ^.^v

Especially dedicated 4 all my lovely person.
idabagussindu
idabagussindu
New Member

Male Posts : 2
Reputation : 0
Language : indonesia
Location : indonesia

Back to top Go down

Cerita Empty Re: Cerita

Post by Calithenub on December 6th 2009, 2:27 am

This is an English-only forum. Please post in english. Topic locked.
Calithenub
Calithenub
Forumember

Female Posts : 641
Reputation : 19
Language : we no speak americano, durr. x:
Location : Kent.

http://graphic-central.org/

Back to top Go down

Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum